Selama bertahun-tahun menjadi penikmat musik, terutama rock &
heavy metal, saya mengalami sendiri beragam corak musik bermunculan
silih berganti. Beberapa grup/musisi sempat membuat saya terperanjat
& kagum saat pertama kali mendengarkan lagunya terutama karena
keunikannya atau keanehannya (untuk pendengaran saya). Mohon maaf bila
Anda yang baru mendalami musik di tahun 90-an hanya mengenali beberapa.
1.Queen
Lagu-lagu Queen sebelum tahun 1980: Bohemian Rhapsody, Bicycle Race, Don't Stop Me Now, Liar, We are the Champions atau We Will Rock You
membuat saya yg saat itu sering mendengarkan pop Indonesia dan top 40
lagu-lagu Barat terpesona. Karena lagu-lagu itulah saya kala itu
(sekitar tahun 1985) mulai menetapkan Queen sebagai satu-satunya grup yg
akan saya dengarkan dgn serius termasuk mengoleksi kaset, poster &
beritanya. ah ya, album solo Freddie Mercury berjudul Barcelona bisa disejajarkan dengan album awal Queen menurut saya.
2. Rush
Lagu
Rush yang saat itu (sekitar 1985) saya anggap keras adalah Tom Sawyer.
kakak saya dan hampir semua teman yang suka musik kala itu sering
memutar lagu ini. Padahal itu era saat Rush mulai kena pengaruh new wave
dalam lagu-lagu mereka. makanya saat saya membeli kaset kompilasi The Complete of Rock dengan lagu Finding My Way
di nomor 1 sisi A saya benar-benar terkejut saat mendengar betapa
kerasnya musik mereka di debut albumnya. Belakangan saya baru tahu bahwa
mereka saat itu terpengaruh Led Zepellin, dan hebatnya musik mereka
yang menggelegar itu hanya dilakukan oleh 3 orang pemain saja.
3. Metallica
Lagu Battery adalah lagu pertama di album klasik mereka Master of Puppet.
Saat saya mendengar pertama kali (tahun 1987 sepertinya) seakan-akan
saya dilemparkan kembali ke masa SD saat teman saya menggebrak-gebrak
meja untuk mengiringi mereka menyanyi lagu dangdut. Karena terkejut maka
saya tidak melanjutkan mendengarkan kaset yg saat itu pinjaman dari
teman saya, tidak tahu kl ada nomor agak kalem Sanatorium di akhir side A. Seiring dengan waktu akhirnya 2 tahun kemudian saya mulai bisa menikmati lagu-lagu Metallica dimulai dari ...and Justice for All, kaset Metallica pertama di era kaset ber-royalty.
4. Riot
album Riot-Thundersteel (1988)
saya ketahui dari kaset review di koran lokal Yogya saat itu.
Sayangnya saya hanya baru bisa mencoba mendengarkan di toko kaset (saat
itu kaset bisa dicoba tanpa harus dibeli) tanpa sempat membeli karena
terkendala masalah keuangan. Saya anggap Thundersteel benar-benar
menggoncangkan karena style speed metal yang masih jarang pada saat
itu, kecuali Helloween dan Judas Priest yang sudah duluan saya kenal.
sekedar info, album Riot sebelumnya adalah hard rock/heavy metal biasa.
Untunglah bertahun-tahun kemudian saya berhasil mendapat kaset sekennya
dan tetap membuat saya terkesan setiap mendengarnya.
5. Janis Joplin
saya
pertama kali mengetahui nama Janis Joplin dari artikel yg saya baca di
majalah Vista awal era 80-an. ceritanya Sylvia Saartje, lady rocker
Indonesia masa itu, mengatakan bahwa idolanya adalah Janis Joplin.
Lucunya wartawan Vista malah tak tahu siapa dia, maklum biografi musisi
saat itu masih minim. bertahun-tahun kemudian saya baru tahu kl Janis
Joplin adalah musisi blues Amerika yang mati muda. Baru di awal era
90-an saya mendapatkan kaset seken the best of Janis Joplin kuno dan
menyadari betapa hebat suara Janis. di lagu Cry Baby lengkingan suaranya yg tinggi membuat vokalis-vokalis hair metal saat itu jadi tak ada apa-apanya.
6.the Offsprings
lagu Bad Habit
adalah lagu the Offsprings pertama yang saya dengar dan sekaligus
berhasil mengejutkan saya. Maklum di acara Billboard Music awards tahun
1994 sang vokalis,Dexter Holland, menyanyi dengan berteriak serta
mengumpat tanpa sensor, yang memang merupakan bagian lagu. maklum saat
itu era grunge baru berakhir dan memang tak ada vokalis yang menyanyi
sambil berteriak kecuali musisi metal. ada juga lagu mereka dari album Smash, Come Out & Play,
yg sempat mengecoh teman saya saat dipakai utk mengiringi radio
perkemahan gara-gara intronya yang minim alat musik namun tiba-tiba
menghentak sampai akhir. lagu Smash (bukan SM*SH) belakangan juga dicover oleh grup death metal Finlandia Norther.
7. Steve Morse
Salah
satu gitaris tersibuk di dunia ini kaset pertamanya muncul di Indonesia
dgn tempelan stiker bulat "terpilih beberapa kali sbg gitaris terbaik
majalah Guitar Player". saat saya putar intro lagu pertamanya, User Friendly,
saya amat terkesan. Walau memang diawali dengan petikan gitar yang
lumayan cepat namun kemudian banyak dimasukkan pengaruh southern music
dalam lagu tadi, tidak seperti para pendekar gitar yang saya tahu
sebelumnya: Yngwie Malmsteen, Joe Satriani & Steve Vai yg sudah
sering saya dengarkan. Saat ini Steve selain bergabung dengan Deep
Purple juga ikut proyek Mike Portnoy ex Dream Theater di Flying Colors.
8. DragonForce
sekitar tahun 2000 dan seterusnya dengan adanya wabah aliran nu metal/hip metal kemudian dilanjutkan garage rock (grup yg pakai the
nama depannya) maka grup2 heavy metal lama yang saya kenal tidak nampak
di deretan kaset2 yang dipajang di etalase toko. ada juga grup2 heavy
metal baru yg tak saya kenal saat itu seperti Angra, Edguy, Rhapsody,
Shaman, atau Hammerfall. akhirnya kondisinya sama seperti dulu saat saya
kehabisan album2 Queen di tahun 1987 krn sdh punya semua, terjadi
moratorium. saya anggap grup2 baru tadi tak ada apa-apanya dengan
Helloween (yg sebenarnya juga sdh mulai menurun speed-nya saat itu). Di
internet sebenarnya saya lihat banyak grup2 baru cuma tak tahu siapa
mereka. Akhirnya tahun 2004 iseng2 saya mencoba cd kopian Dragonforce -Valley of the Damned. Lagu-lagu DragonForce langsung menggoncangkan saya, mengingatkan saya pada masa2 awal
mendengarkan
Helloween dulu, cuma yg ini lebih cepat lagi. Ternyata para pengusung
power metal modern masih layak untuk didengarkan.
9. Nightwish
Nightwish
saat saya kenal sekitar tahun 2004 adalah sebuah grup heavy metal yang
sangat kental warna operanya yang tidak hanya tempelan. Semua ini
terutama karena keahlian sang keyboardis Tuomas Holopainen menulis
aransemen lagu campuran metal & klasik kemudian memadukannya dengan
suara sopran sang vokalis Tarja Turunen yang memang mahasiswa Sibelius
Academy di Kuopio,Finlandia dan the Music University of Karlsruhe. Lagu Sleeping Sun adalah lagu slow favorit saya disamping lagu keras Dead to the World yang memperdengarkan perpaduan suara operatilk Tarja dengan suara metal Marco Hietala.
10. Wuthering Heights
pertengahan tahun 2010 saya baca di cd review internet bahwa Salt,
album baru Wuthering Heights sangat pantas jadi album tahun ini.
Wuthering Heights saya kira semula adalah grup dari Brazil. maklum nama
grup ini sama dgn lagu milik Pat Benatar yang dicover oleh Angra, power
metal kenamaan Brazil. Ternyata mereka berasal dari Denmark,negara yang
bukan tempat kebanyakan musisi power metal bermunculan. Dalam album
yang begitu variatif dan berkualitas tinggi ini pergantian lagu antara
cepat dan lambat di album ini, termasuk diselipkan sedikit musik folk,
membuat saya tak bosan mendengarkannya. Ada pula lagu epik 16 menit
berjudul Lost At Sea yang diakhiri dengan deburan ombak sayup-sayup. Saya akhirnya menyetujui Salt adalah salah satu album terbaik yang saya dengarkan di tahun 2010.
"Abra-macabra, baby, here we go!"
15 Maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar