Sabtu, 17 Agustus 2013

Countdown to Extinction

Bagaimanakah kabar kaset barat sekarang? sepengetahuan saya sudah banyak toko kaset yang tutup atau bila ada hanya memajang kaset2 lama. teman2 saya juga sdh banyak yang tak punya kaset palyer (dulu terkenal dgn sebutan tape, walkman, atau mini compo). mungkin ada yg punya dimobilnya, tapi itu saja tinggal beberapa mobil lama yg masih memasang karena sebagian besar  sdh diganti dgn cd/mp3 player.

teknologi digital dimulai saat keluarnya cd (yg sdh mulai kembang kempis juga) disusul dengan MP3 membuat keberadaan kaset dianggap sdh ketinggalan zaman. siapa juga yang mau membeli sesuatu yg mahal namun rawan rusak. selain itu format digital membuat kita mudah utk menyimpan dan menggandakan sesuka hati. padahal jaman dahulu saya mengagumi kaset juga dari desain sampul, lirik lagu dan foto-foto yang ada di bagian dalamnya. Memang sih di dalam CD tetap ada juga yg seperti itu (kecuali edisi karton), tapi dengan harga minimal Rp 75.00 rasanya sayang utk mengumpulkan cd sebanyak mungkin.

 pelan-pelan kaset-kaset mulai dijual secara obral di toko kaset atau bahkan saya sempat mendapatkannya di Alfamart(!) dengan harga lebih murah lagi. sepertinya sekarang sdh menghitung bagaimana spy balik modal aja. walau pun saya menikmati momen ini dengan suka cita, kapan lagi bisa dapat kaset segelan dengan haga murah dari grup yang sdh punya nama, tapi ada sedihnya juga. Banyak album yang oleh kritikus dipuji karena kualitasnya diobral namun tetap tak banyak yang beli. saya kira karena kebanyakan anak muda sekarang tidak banyak pengetahuan tentang musik barat dari berbagai aliran di masa lalu. Saya dapat kaset the Cure, David Bowie, Duran-Duran, Radiohead, Joe Satriani, dan Steve Vai sekedar untuk menyebutkan contoh. saya bahkan mendapat seluruh katalog Korn dari acara obral ini.

Hitungan mundur menuju kepunahan kaset sepertinya sdh mulai berjalan. 
12 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar